AGRA-FPR minta Jokowi-JK hentikan kekerasan aparat di Takalar

oleh -

BULUKUMBA,BB – Selain Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bulukumba, dukungan terhadap petani di Takalar juga datang dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) JAWA BARAT. Mereka menuntut agar pemerintahan Jokowi-JK segera turun tangan menyelesaikan konflik yang merugikan rakyat kecil itu.

AGRA Jawa Barat seperti pada pernyataan sikap yang diterima BeritaBulukumba.com juga mengecam dan mengutuk tindakan militerisme dan premanisme terhadap Petani Polobangkeng Takalar. AGRA Jawa Barat memberi dukungan penuh untuk merebut kembali tanah petani yang menurutnya telah direbut PTPN XIV.

“Kami mengecam dan mengutuk keras Tindakan MILITERISME dan PREMANISME yang dilakukan PTPN XIV Takalar Sulawesi Selatan dengan mengerahkan Tentara, Brimob, SATPOL PP, dan Preman Bayaran untuk merampas lahan milik warga Polobangkeng Takalar,”tulisnya dalam siaran pers Kamis 30 Oktober 2014.

Warga Polobangkeng Takalar menurut AGRA tidak menginginkan konflik yang terjadi antara warga dan PTPN. Mereka hanya meminta sederhana yaitu lahan yang dulu disewa PTPN dari warga dan berakhir tahun 2008 dikembalikan kepada warga.

“Mana mungkin warga melawan, secara fisik, cangkul dan sabit tidak mungkin melawan militer. Sehingga warga mengalami tindakan represif dari aparat yang menggunakan kelengkapan militer fasilitas dari negara,”tulisnya.

AGRA JAWA BARAT juga meminta agar pemerintah Jokowi-JK turun tangan mengani masalah rakyat jelata ini. “Kami dan AGRA menuntut agar konflik tanah antara petani dan PTPN XIV Takalar segera diselesaikan oleh Negara. Bagaimanapun JOKOWI-JK dan kabinet kerjanya harus mampu menyelesaikan ketika dihadapkan pada persoalan kaum tani yaitu perampasan tanah (Konflik Agraria),”kata Rudy Njet dari FPR. (Foto ilustrasi)

No More Posts Available.

No more pages to load.