Disdukcapil-Kemenag Bulukumba Teken MoU

oleh -

BULUKUMBA, KABARSELATAN.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus memproyeksikan peningkatan Kartu Identitas Anak (KIA).

Setelah melaunching “Inovasi Lorong Jelita” beberapa waktu lalu, kali ini dinas Dukcapil bersama kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bulukumba menandatangani Nota Kesepahaman atau ‘Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan MoU itu, terkait peningkatan kepemilikan KIA untuk anak usia 0-16 tahun. Adapun sasarannya, yakni RA, MTs, MI dan MA.

Penandatanganan itu dihadiri Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Kepala Kankemenag Bulukumba H Muhammad Yunus beserta jajarannya, Kadis Dukcapil Andi Mulyati Nur didampingi Kabid PDIP, Kasi Kerja Sama, Kasi Inovasi dan Kader GISA.

Selain itu, penandatanganan juga dihadiri oleh beberapa kepala sekolah MTs, MIN dan MAN yang berlangsung di ruang rapat bupati Bulukumba, Senin (26/4/2021).

Kadis Dukcapil Bulukumba, Andi Mulyati Nur mengatakan bahwa pentingnya memiliki KIA bagi anak. Apalagi, ada target nasional yang harus dicapai.

Menurutnya untuk mencapai target nasional tersebut, diperlukan akselerasi dalam menjalin kerja sama dengan organisasi pemerintah maupun non pemerintah.

“Tanpa adanya kerja sama dan kolaborasi, sangat sulit untuk mencapai target nasional 30% jumlah anak Bulukumba yang memiliki KIA,” kata Mulyati Nur.

Sementara itu, Bupati Muchtar Ali Yusuf merespon upaya peningkatan pelayanan dinas Dukcapil, khususnya dalam hal kepemilikan KIA. Apalagi dengan lahirnya Inovasi Lorong Jelita.

“Terimakasih kepada Kepala Kankemenag dan jajarannya karena bersedia bekerjasama dengan Pemkab Bulukumba, khususnya Dukcapil dalam meningkatkan pelayanan kepemilikan KIA di masa pandemi,” ungkapnya.

Andi Utta sapaannya, berharap semua pihak yang terlibat agar tetap memperhatikan kesehatan dan daya tahan tubuh dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.

“Mari kita tetap memperhatikan protokol kesehatan, di mana gelombang ketiga Covid-19 justru lebih berbahaya,” harapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.